Rabu, 12 Oktober 2016

ARTI KEBERSAMAAN ~

  Tepat 2 menit setelah Futi lahir aku pun lahir dan menaggis untuk pertama kali nya. Kami memang selalu disangkut pautkan sedari kecil. Entah kebetulan atau pun memang kami mempunyai ikatan batin yang terlalu kuat ,tak hanya lahir di waktu dan rumah sakit yang sama namun kami selalu menangis di waktu yang bersamaan para suster di rumah sakit itu menjuluki kami kembar yang terpisahkan.. ya mungkin karena kami sering tertawa dan menanggis bersama seperti layaknya orang mengobrol kami asyik dengan dunia kami berdua.
  Pertemanan kami berlangsung lama ditambah lagi keluargaku memutuskan pindah rumah ke samping rumah Futi dan itu membuat kami menjadi tetanggaan .Bagai prangko dan amplop nya kami selalu tak dapat dipisahkan .Kami selalu bersekolah di sekolah yang sama dan satu meja yang sama. Tak pernah ada masalah berat yang menimpa kami ,sampai suatu hari "ta.. tata" sapa Futi yang jelas -jelas memanggil nama panggilanku aneshta nama lengkapku namun entah kenapa Futi lebih senang memanggilku tata. "iya fut" jawabku ringan ,"aku.. aku.. aku pengen ngomong sesuatu sma kamu" jawabnya terbata-bata "hhm.. apa?? bilang aja kita kan best friend" jawabku ringan "kalau suatu saat nanti aku pergi gimana??" jawabnya ragu "maksud kamu apa??" aku mulai bingung "ak.. ak.. aku.." jawabnya pelan "kamu tenang aja ,kita kan sahabat kalau kamu punya suatu hal yang menganjal dalam hidup kamu kamu bisa cerita ke aku ,masalah apapun ,suka duka kita lakuin bersama" cerocos ku "ta ,aku serius" bentak Futi ,dia langsung melarikan diri pergi ke balik pintu rumahnya "emang siapa yang becanda ,aku kan serius.. lagian jawaban dia koq gk nymbung gitu yah.." fikir ku ,Akhirnya ku ketuk pintu rumah Futi namun bi Nina yang keluar ,Futi memang lah keluarga berada ,dia mempunyai pembantu yang telah lama mengenalku sebagai sahabat Futi ,"bi ,Futi nya ada??" tanya ku ,"Non Futi nya lagi gak mau digangu ,Non" jawab bi Nina ,"Hah tak seperti biasa nya dia menolak bertemu dengan ku ,mungkin dia sedang bad mood fikirku ,ku putuskan untuk kembali pulang kerumah ya semoga saja besok dia bisa lebih baik
  Keesokan harinya ,ku pergi kerumah Futi dengan tujuan pergi kesekolah bersama seperti biasa. Namun setelah ku ketuk-ketuk pintu rumah besar itu tak ada satupun yang menjawab dan membuka pintunya "mungkin dia udah pergi ke sekolah" gumamku .Akhirnya aku pergi kesekolah sendiri ,sesampainya disekolah aku langsung mencari Futi sahabatku ,ku tanyakan dia ke setiap teman yang melintas dihadapanku namun tak satupun yang mengetahuinya. Ku fikir aku harus pergi kerumnya seusai sekolah.
  Bel pulang pun berbunyi ,aku pun segera pulang dan berangkat ke rumah Futi ,namun tak sedikitpun pergerakan disana sepi dan kosong rumah itu bagai tak bernyawa entah mengapa dan kemana dia.
Aku pun pulang dengan tanggan hanpa tanpa jawaban kemana gerangan ke pergian Futi tapi tiba-tiba.....
#Bersambung